HISTORY OF
SOUND.
Akar Surabaya & The Voice Kids
Lahir di Surabaya pada 16 Maret 2004, Bernadya Ribka Jayakusuma tumbuh di lingkungan yang mendukung kreativitasnya. Langkah besarnya dimulai saat mengikuti kompetisi The Voice Kids Indonesia musim pertama pada tahun 2016. Bergabung dengan tim Tulus, momen ini menjadi pondasi awal keberaniannya di atas panggung besar di usia yang sangat muda.
Surabaya
Home Town
Team Tulus
The Voice Kids 2016
Duo Bersaudara & Pendidikan
Sebelum bersolo karier, Bernadya sempat membentuk duo musik "Bernadya & Celine" bersama kakaknya. Di sela-sela mengasah bakat musiknya, ia tetap mengutamakan pendidikan. Bernadya menempuh pendidikan di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) jurusan Film, sebuah latar belakang yang nantinya membantu ia memahami estetika visual dan penceritaan dalam setiap video musiknya.
Lahirnya "Apa Mungkin"
Bernadya memulai debut solonya di bawah naungan Juni Records. Lagu ini menjadi fenomena instan di media sosial, memperkenalkan warna vokal yang hangat namun menyimpan kepedihan yang dalam. Lirik yang relatable membuatnya langsung diterima oleh pendengar musik tanah air.
GALLERY BERNADYA
Eksplorasi "Terlintas"
Mini album (EP) "Terlintas" dirilis untuk mempertegas identitas musiknya. Melalui EP ini, Bernadya mulai dikenal sebagai "Queen of Sadness" baru, dengan lagu-lagu yang menangkap kegelisahan percintaan remaja secara jujur.
5+ Songs
EP Tracks
100M+
Total Streams
Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan
Perilisan album penuh pertamanya menandai sejarah baru. Album ini memecahkan rekor sebagai album yang paling banyak didengar dalam satu hari di Spotify Indonesia. Bernadya bertransformasi dari penyanyi pendatang baru menjadi salah satu artis paling berpengaruh di industrinya.
No. 1
Spotify Top Charts
Record Breaker
Daily Streams
DETAIL PERJALANAN
Bernadya adalah mahasiswi jurusan Film di Universitas Multimedia Nusantara. Latar belakang ini sangat memengaruhi bagaimana ia mengonsep visual dan cerita dalam setiap karya musiknya.
Ia pertama kali muncul di layar kaca melalui The Voice Kids Indonesia 2016, namun popularitas masifnya baru meledak saat debut solo dengan lagu "Apa Mungkin" di tahun 2022.
Sebagai alumni Team Tulus di ajang pencarian bakat, Tulus menjadi salah satu mentor dan pengaruh besar dalam caranya merangkai lirik yang puitis namun tetap sederhana.