DISKOGRAFI

Menyapa rindu dan luka melalui barisan nada.

DAFTAR LAGU TERPOPULER

01
Kata Mereka Ini Berlebihan Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan (2024)
--:--
02
Satu Bulan Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan (2024)
--:--
03
Kini Mereka Tahu Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan (2024)
--:--
04
Lama-lama Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan (2024)
--:--
05
Apa Mungkin Terlintas - EP (2023)
--:--
06
Masa Sepi Terlintas - EP (2023)
--:--
07
Terlintas Terlintas - EP (2023)
--:--
08
Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan (2024)
--:--

LIRIK LAGU

Kata Mereka Ini Berlebihan

Ku tak pernah ikat rambutku lagi semenjak kaubilang Rambutku indah bila terurai panjang Baju hitamku tak pernah kusentuh lagi sejak hari itu Kaubilang, "Warna gelap membosankan" Kubaca sampai tuntas semua buku yang paling kausuka Mungkin suatu saat kauanggapku cerdas Tak kuhiraukan kata mereka, "Ini berlebihan" Untukmu, apa pun akan kulakukan Ingin sempurna di matamu Hanya itu yang aku mau Namun, tampaknya sempurna tak cukup Bagimu, hm-mm 11.000 kilometer kutempuh sendirian Bawa pelukku yang ternyata tak kaurindukan 36.000 kaki di atas laut kutahan Kau tahu benar ku takut ketinggian Ingin sempurna di matamu Hanya itu yang aku mau Namun, tampaknya sempurna tak cukup Bila ternyata aku bukan yang kauperlu Kubatalkan setiap janji Hanya kar'na takut tiba-tiba kau butuh aku di sisimu Ingin sempurna di matamu Hanya itu yang aku mau Namun, tampaknya sempurna tak cukup Bagimu, hu-uh Ingin sempurna di matamu Ingin kaulihat aku lebih jauh Ingin kautahu Tiada yang sayangimu lebih dari aku

Satu Bulan

Belum ada satu bulan Ku yakin masih ada sisa wangiku di bajumu Namun, kau tampak baik saja Bahkan senyummu lebih lepas Sedang aku di sini hampir gila Kita tak temukan jalan Sepakat akhiri setelah beribu debat panjang Namun, kau tampak baik saja Bahkan senyummu lebih lepas Sedang aku di sini belum terima Bohongkah tangismu sore itu di pelukku? Nyatanya pergiku pun tak lagi mengganggumu Apa sudah ada kabar lain yang kautunggu? Sudah adakah yang gantikanku? Yang khawatirkanmu setiap waktu Yang cerita tentang apa pun sampai hal-hal tak perlu Kalau bisa, jangan buru-buru Kalau bisa, jangan ada dulu Baru lewat satu bulan Kemarin ulang tahunku, tak ada pesan darimu Tak apa, mungkin kau lupa Atau sudah ada hati yang harus kaujaga Sudah adakah yang gantikanku? Yang kauantar jemput setiap Sabtu Yang s'lalu ingatkan untuk pakai sabuk pengamanmu Kalau bisa, jangan buru-buru Sudah adakah yang gantikanku? Yang khawatirkanmu setiap waktu Yang cerita tentang apa pun sampai hal-hal tak perlu Kalau bisa, jangan buru-buru Kalau bisa, jangan ada dulu Hu, hu-uh Hu-uh

Kini Mereka Tahu

Dari dulu kulebih-lebihkan semua Padahal yang kau lakukan tak seberapa Agar seisi dunia tahu Dan anggapku paling beruntung Milikimu Kukarang cerita yang semula tak ada Caraku sampaikan seolah semua nyata Agar semuanya setuju Dan yakin pada pilihanku Memilihmu Sifat baikmu yang orang tahu Itu karanganku Sifat aslimu yang hancurkanku Mereka tak tahu Dan bahkan setelah semua Yang kau lakukan padaku Ku tetap bela kamu Di depan teman-temanku Dan mungkin saja bisa jadi Bila kamu datang lagi Ku kan terimamu kembali Hu-uh-uh-uh hu-uh Kudengar kamu sibuk ke sana-kemari Bersihkan namamu di mata orang lain Kau cerita dari sisimu Kau bilang tak semua salahmu Berharap ada yang memihakmu Sifat baikmu yang orang tahu Itu karanganku Sifat aslimu yang hancurkanku Kini mreka tahu Dan bahkan setelah semua Yang kau lakukan padaku Ku tetap bela kamu Di depan teman-temanku Dan mungkin saja bisa jadi Bila kamu datang lagi Ku kan terimamu kembali Kalau suatu saat ku cerita burukmu Takkan ku tambahkan bumbu apa pun Tak sama seperti saat ku ceritakan baikmu Kalau suatu saat ku cerita burukmu Takkan ku tambahkan bumbu apa pun Tak sama seperti saat ku ceritakan baikmu Kalau suatu saat ku cerita burukmu Takkan ku tambahkan bumbu apa pun Tak sama seperti saat kuceritakan baikmu Kalau suatu saat ku cerita burukmu Takkan ku tambahkan bumbu apa pun Tak sama seperti saat ku ceritakan baikmu Yang sebagian besar tak benar begitu Hu-uh

Lama-lama

Berusaha tetap terjaga Tunggu kamu selesaikan semua kesibukan Dering yang paling kunantikan Akhirnya datang hanya menyapa sebentar Pamit tidur duluan Kumaklumi s'lalu Kumengerti kamu Punya sibuk lain Tak harus aku, tak s'lalu aku Lama-lama lelah juga aku Seperti hanya aku yang butuhkan kamu Lama-lama habis tenagaku Bila bukan lagi aku tempat pulang yang kautuju Jangan ulur waktu Kumaklumi s'lalu Kumengerti kamu Punya sibuk lain Tak harus aku, tak s'lalu aku Kumaklumi s'lalu Kumengerti kamu Punya sibuk lain Tak harus aku, tak s'lalu aku Lama-lama lelah juga aku Seperti hanya aku yang butuhkan kamu Lama-lama (lama-lama) habis tenagaku Bila bukan lagi aku tempat pulang yang kautuju Jangan ulur waktu Berusaha tetap kujaga Sampai habis, tak tersisa tenaga yang kupunya Kini tak lagi kunantikan Lakukan semua senyamanmu saja Ku menyerah

Apa Mungkin

Arungi malam Terjaga kala semua t'lah terbenam Berkaca, bertanya, "Apa kubuat salah?" "Kalaupun iya, apa?" Apakah sebesar itu hingga Kau pergi tanpa aba-aba? Bahkan tanpa alasan Hingga ku harus menerka-nerka Salahku di mana Apa mungkin caraku bicara? Apa mungkin caraku tertawa? Apa mungkin dengkurku saat tertidur lelap? Atau mungkin kamu yang tak lagi cinta? Sampai sekarang Dariku belum ada yang berubah Ku bisa salah, maka itu jelaskanlah Di mana letak yang tak kausuka Apa mungkin caraku bicara? Apa mungkin caraku tertawa? Apa mungkin dengkurku saat tertidur lelap? Atau mungkin kamu yang tak lagi cinta? Dari dulu s'mua burukku Kauterima katamu, tiada yang mengganggu Mengapa tiba-tiba Jadi masalah? Sejak kapan semuanya berubah? Apa sejak kaulihatku marah? Apa kar'na leluconku itu-itu saja? Atau memang kamu yang tak lagi cinta? Apa mungkin caraku bicara? Apa mungkin caraku tertawa? Apa mungkin dengkurku saat tertidur lelap? Atau mungkin kamu yang tak (kamu yang tak lagi cinta?) Atau mungkin kamu yang tak Tak lagi cinta?

Masa Sepi

Masa ini datang lagi Namamu belum juga pergi dari hati Rintik kembali membasahi pipi Sebab bayangmu masih di sini Kukira hanya sekali Ku dihantui kenangan indah memori Luka yang kaugores membekas abadi Namun, ku masih ingin kau kembali Dulu kukira ku akan kuat Kini aku hilang akal sehat Kau 'kan s'lalu jadi yang kutunggu sampai nanti Saat masa sepi tak lagi mau menghampiri Kukira hanya sekali Ku dihantui kenangan indah memori Luka yang kaugores membekas abadi Namun, aku masih ingin kau kembali Dulu kukira ku akan kuat Kini aku hilang akal sehat Kau 'kan s'lalu jadi yang kutunggu sampai nanti Saat masa sepi tak lagi mau menghampiri Sejenak kukira sudah Tak mungkin lagi kau terlintas Hariku yang tak ada jeda Namun, saat semua reda (saat semua reda) Yang datang di kepala (datang di kepala) Tetap kamu juga Dulu kukira ku akan kuat Kini aku hilang akal sehat Kau 'kan s'lalu jadi yang kutunggu sampai nanti Saat masa sepi tak lagi mau menghampiri Hu-uh-uh-uh Saat masa sepi Tak lagi mau menghampiri

Terlintas

Terlintas di kepala Sebelum kupejamkan mata Akankah di masa mendatang Kutemukan yang selamanya? Terlintas di kepala Menjelang lelap yang panjang Akankah semua yang bernyawa Berpisah dan saling melupa? Lalu bagaimana, akhirnya bagaimana? Akankah kisahnya berakhir bahagia? Lalu bagaimana, ujungnya bagaimana? S'moga hanya bahagia yang akan terasa Dipanjangnya sisa masa Terlintas di kepala Tinggal bintang bulan menyala Semua pikiranku melayang Dan aku kini sendirian Terlintas di kepala Semua mungkin yang disemogakan Bahkan dipikiran yang kacau Kau tetap menjadi bagian Lalu bagaimana, tanpamu bagaimana? Akankah kisahnya berakhir bahagia? Lalu bagaimana, ujungnya bagaimana? S'moga hanya bahagia yang akan terasa Dipanjangnya sisa masa (Ha-aa, ha-aa, ha-aa) Aku bagaimana, tanpamu bagaimana? Akankah kisahku berakhir bahagia? Lalu bagaimana, ujungnya bagaimana? S'moga hanya bahagia yang akan terasa Dipanjangnya sisa masa Terlintas di kepala

Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan

Ini yang takkan kautahu Betapa beratnya malamku tanpamu Betapa ku berharap Setiap malam jadi yang terakhir S'moga ku hilang dalam tidurku Tak harapkan hari baru Pagi jadi yang paling berat untukku Harus bangun dan t'rima Kenyataan semua t'lah berbeda Sialnya, hidup harus tetap berjalan Mungkin sebentar lagi ku bisa kuterima Waktuku, peranku dalam hidupmu selesai Nanti di lain hari Nanti di lain bumi Saat sudah rela hati ini Kuceritakan jalan-jalan yang kutempuh sampai ku bisa relakanmu pergi Masih jauh dari sembuh Sudah gila meski tak separah itu Masih bangun dan t'rima kenyataan Sudah bukan aku yang isi harimu Sudah bukan aku alasan senyummu Sudah hilang semua Mimpi yang kita bangun dulu Nanti di lain hari Nanti di lain bumi Nanti di lain hari Nanti di lain bumi

Esensi Karya Bernadya

Katalog musik Bernadya merupakan narasi jujur tentang kerapuhan. Melalui album Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan, setiap trek menjadi cerminan kecemasan sekaligus penghibur bagi generasi masa kini.